Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
Hussein al-Amir
KARBALA, Irak
Setidaknya 20 demonstran tewas dan lebih dari 600 lainnya terluka pada Selasa ketika pasukan Irak berusaha membubarkan sebuah kamp protes di Kota Karbala, Irak selatan.
Sebelumnya, Gaafar al-Saadi, seorang saksi mata, mengatakan ratusan pria bersenjata menyerang sekelompok demonstran di Karbala tengah.
"Mereka melepaskan tembakan secara acak sementara kendaraan polisi menabrak demonstran, menyebabkan sedikitnya sepuluh orang tewas," kata al-Saadi kepada Anadolu Agency.
Alaa al-Sherifi, saksi lain, mengatakan bahwa ambulans tidak dapat mengangkut korban yang terluka pada jam-jam pertama pembubaran karena kebakaran hebat yang ditimbulkan oleh pasukan keamanan.
"Serangan pasukan keamanan ini sama sekali tidak bisa dibenarkan," ujar dia.
Lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 3.600 lainnya terluka sejak gelombang kedua protes dimulai pada Jumat.
Gelombang protes pertama pada awal Oktober menyebabkan 149 demonstran dan delapan personel keamanan tewas.
Kemarahan warga Irak meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya angka pengangguran dan korupsi yang merajalela.
Banyak warga kekurangan memiliki akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.
Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.