Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Seorang menteri senior Pakistan mengatakan pada Rabu bahwa Turki adalah teman yang telah teruji waktu.
Zubaida Jalal, menteri federal untuk produksi pertahanan, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Turki Muhsin Dere menyatakan keinginan untuk meningkatkan kerja sama dengan Turki, menurut pernyataan dari kantornya.
Duta Besar Turki untuk Pakistan Mustafa Yurdakul juga hadir dalam pertemuan itu.
"Saya menghargai eratnya kerja sama pertahanan antara kedua negara dan hubungan ini harus dilanjutkan untuk memperluas kemitraan strategis antara Islamabad dan Ankara," kata Jalal.
Dia juga memberi pengarahan kepada menteri Turki tentang proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan yang bernilai miliaran dolar, yang merupakan bagian dari Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan China di Pakistan.
Dia menyatakan kepuasannya pada peresmian tanker armada Angkatan Laut Pakistan yang dibangun dengan kerja sama dari Turki.
Sebelumnya, Dere bertemu dengan kepala angkatan laut Pakistan, Adm. Zafar Mahmood Abbasi di Markas Besar Angkatan Laut untuk membahas hubungan bilateral.
Dere tiba di Pakistan pada Selasa bersama dengan delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri upacara peresmian armada kapal tanker Moawin.
Ankara dan Islamabad telah mengembangkan hubungan bilateral yang kuat, terutama di bidang pertahanan dan keamanan, dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Juli tahun ini, Ankara memenangkan tender bernilai miliaran dolar untuk memasok empat korvet ke Angkatan Laut Pakistan, sebuah kesepakatan yang dijuluki sebagai ekspor terbesar untuk industri pertahanan Turki dalam sejarah oleh Menteri Pertahanan saat itu Nurettin Canikli.
Pada bulan Mei 2017, perusahaan-perusahaan pertahanan Turki dan Pakistan melakukan kesepakatan lain untuk pembangunan empat kapal nasional Turki, Ada class MILGEM.
Menurut perjanjian itu, dua kapal akan dibangun di Istanbul dan dua lainnya di Karachi.