Maria Elisa Hospita
21 November 2019•Update: 21 November 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Dewan Demokrasi Yahudi Amerika meluncurkan iklan kampanye kepresidenan pada Selasa, yang menyebut Presiden Donald Trump adalah "ancaman terbesar" bagi komunitas Yahudi Amerika.
Dalam video berdurasi satu menit, kelompok itu memprotes gerakan supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, pada 2017, di mana para peserta meneriakkan: "Orang-orang Yahudi tak akan menggantikan kita."
Narator dalam video itu menuding Trump telah menginspirasi kelompok sayap kanan.
Heather Heyer, 32, tewas dan puluhan lainnya terluka setelah seorang supremasi kulit putih menabrakkan mobilnya ke sekelompok demonstran yang memprotes gerakan supremasi kulit putih pada Agustus 2017.
Pernyataan Trump di bulan yang sama pun di tampilkan: "Jika Anda memilih Demokrat, maka Anda tidak loyal kepada orang-orang Yahudi, dan artinya Anda sangat tidak loyal kepada Israel,"
"Ancaman terbesar bagi orang-orang Yahudi saat ini adalah presiden Amerika Serikat," kata dewan.
Ron Klein, ketua dewan sekaligus mantan anggota Kongres, mengatakan Demokrat Yahudi harus bekerja keras untuk mengalahkan Trump dalam pemilihan presiden 2020.
"Kata-kata, tindakan, kefanatikan, dan kebohongannya secara langsung berkontribusi pada peningkatan kekerasan dan anti-Semitisme di negara kita," ujar dia.
Halie Soifer, direktur eksekutif kelompok itu, mengatakan kata-kata Trump telah dikutip oleh mereka yang sudah atau berencana menyerang tempat-tempat ibadah komunitas Yahudi.
Soifer menegaskan bahwa Dewan Demokrasi Yahudi Amerika akan melakukan apa saja untuk memilih kandidat yang menghargai nilai-nilai yang mereka anut.
Berdasarkan sebuah survei pada Mei, pascapenembakan di Pittsburgh, 73 persen orang Yahudi Amerika menyatakan mereka merasa kurang aman, sementara 60 persen berpendapat bahwa Trump "turut bertanggung jawab" terhadap serangan semacam itu.