Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Ekip
JEDDAH, Arab Saudi
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Rabu meminta Amerika Serikat (AS) membatalkan keputusannya baru-baru ini untuk menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington.
Dalam sebuah pernyataan, OKI mengatakan keputusan AS "tidak membantu mencapai perdamaian dan mengacaukan upaya untuk mencapai solusi dua negara" untuk konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dalam pernyataan yang sama, sekretariat umum OKI menegaskan kembali dukungannya untuk PLO, menggambarkannya sebagai "perwakilan tunggal dan sah dari rakyat Palestina dalam upaya mereka untuk menemukan solusi yang adil dan komprehensif untuk pertanyaan Palestina".
Pemerintah AS mengumumkan penutupan kantor PLO di Washington, yang juga berfungsi sebagai kedutaan Palestina pada Senin.
Langkah itu muncul tak lama setelah AS membatalkan semua pendanaan untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina yang kekurangan uang.
Langkah ini juga dilakukan ketika pemerintah AS bersiap untuk mengungkapkan rencana perdamaian kontroversial Timur Tengah yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abad Ini".
Pejabat Palestina, bagaimana pun, telah mengesampingkan peran AS dalam proses perdamaian sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tahun lalu.