Surya Fachrizal Aprianus
10 November 2018•Update: 11 November 2018
Atila Altuntas
STOCKHOLM
Norwegia telah menangguhkan ekspor produk-produk yang terkait dengan pertahanan ke Arab Saudi, kata Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Jumat.
"Kami telah memutuskan, dalam situasi saat ini, tidak ada lisensi baru yang akan diberikan untuk ekspor produk-produk terkait-pertahanan atau barang-barang penggunaan ganda untuk penggunaan militer ke Arab Saudi," kata Menteri Luar Negeri Ine Eriksen Soreide dalam sebuah pernyataan.
“Kami berhenti memproses aplikasi baru beberapa waktu lalu, menunggu keputusan ini. Norwegia tidak pernah mengizinkan ekspor senjata atau amunisi ke Arab Saudi,” kata Soreide.
"Keputusan itu diambil setelah penilaian dari perkembangan terakhir di Arab Saudi dan kawasan, serta situasi krisis di Yaman," tambah Soreide.
Yaman yang termasuk negara miskin dilanda kekerasan sejak 2014, sejak pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negeri itu, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye serangan udara atas Yaman yang bertujuan untuk merebut kendali atas Houthi.
Bulan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel menunda ekspor senjata ke Arab Saudi sampai investigasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dituntaskan.
“Ini harus dibersihkan. Dan sampai bersih, tidak akan ada ekspor senjata ke Arab Saudi. Saya mengatakan ini secara jelas,” kata Merkel.
Khashoggi, seorang warga negara Saudi sekaligus kolumnis The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.