Agnes Szucs
13 April 2022•Update: 14 April 2022
BRUSSELS
NATO menanggapi perang di Ukraina dengan cepat dan persatuan, kata aliansi militer itu pada Selasa.
Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, NATO menegaskan kembali komitmennya untuk membela negara-negara anggota di tengah “ancaman terbesar bagi keamanan kita.”
Sejak awal perang Rusia di Ukraina, NATO telah mengaktifkan rencana pertahanan dan mengerahkan elemen Pasukan Respons NATO.
Sebanyak 40.000 tentara juga telah ditempatkan di bawah komando langsung NATO di wilayah timur.
Sekitar 140 kapal berpatroli di laut dan 130 jet tempur dalam siaga tinggi dari kawasan Baltik hingga kawasan Laut Hitam.
Aliansi ini mengerahkan empat kelompok pertempuran multinasional baru di Rumania, Hongaria, Bulgaria, dan Slovakia, untuk memperkuat sayap timurnya.
Selain reaksi cepatnya terhadap perang, NATO juga telah mulai merevisi postur pertahanan dan pencegahan jangka panjangnya untuk beradaptasi dengan realitas baru dalam lingkungan keamanan yang berubah.
Karena Ukraina bukan anggota NATO, maka Ukraina tidak termasuk dalam mekanisme pertahanan kolektif aliansi tersebut, tetapi negara-negara lain yang dekat atau berbatasan dengan Rusia termasuk dalam aliansi tersebut, yang mengarahkannya untuk memperkuat pertahanan di sana jika terjadi konflik yang lebih luas.