Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 April 2020•Update: 03 April 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Pertemuan para menteri luar negeri NATO pada Kamis menyepakati langkah-langkah untuk memerangi pandemi virus korona (Covid-19).
"NATO diciptakan untuk mengatasi krisis," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg setelah pertemuan konferensi video.
Stoltenberg menambahkan bahwa aliansi mengoordinasikan dan mendukung upaya nasional melawan pandemi.
Para menteri sepakat untuk menugaskan komandan tertinggi NATO Jenderal Tod D. Walters untuk mengarahkan dukungan militer yang diperlukan untuk memerangi pandemi virus korona.
"Dalam minggu-minggu mendatang, negara-negara NATO akan menilai kapasitas pengangkutan udara mereka untuk memastikan bahwa pasokan medis dikirimkan secara terkoordinasi," kata aliansi itu dalam sebuah pernyataan.
Mereka juga akan memeriksa kapasitas surplus atau stok mereka yang lain agar lebih cocok dengan permintaan bantuan dari sekutu dan mitra.
Para menteri pertahanan NATO akan bertemu pada pertengahan April melalui konferensi video untuk membahas hasil penilaian dan dampak jangka panjang dari Covid-19.
"Sekutu NATO telah memberikan bantuan dengan mengangkut pasokan medis penting, menyediakan tenaga medis dan peralatan, serta memastikan informasi yang transparan dan tepat waktu," kata Stoltenberg.
Dia menggambarkan pengiriman pasokan medis Turki ke Italia dan Spanyol sebagai contoh yang baik dan menyatakan terima kasih atas tawaran lebih lanjut yang disampaikan oleh para menteri luar negeri selama pertemuan.
Para menteri luar negeri juga menyetujui langkah-langkah selanjutnya untuk memerangi terorisme dengan memperkuat kemitraan NATO di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Mereka juga memutuskan untuk meningkatkan misi pelatihan aliansi di Irak dan mengambil alih kegiatan pelatihan dari koalisi global.
“Kami tahu bahwa ancaman dan tantangan lain belum hilang. Tanggung jawab utama NATO adalah memberikan keamanan untuk hampir 1 miliar orang," tambah Stoltenberg.