Maria Elisa Hospita
25 Juli 2018•Update: 25 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) "siap" untuk membuat kesepakatan nuklir baru dengan Iran, kata Presiden Donald Trump, pada Selasa.
"Kami masih akan melihat apa yang terjadi, tetapi kami siap untuk membuat kesepakatan sebenarnya, bukan kesepakatan yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, yang adalah sebuah bencana," ujar Trump dalam sebuah konvensi Veteran Perang Asing di Kansas City, Missouri.
Akhir pekan lalu, hubungan AS dan Iran sempat memanas karena cuitan Trump yang menanggapi peringatan dari Presiden Iran Hassan Rouhani: "JANGAN PERNAH, JANGAN MENGANCAM AMERIKA SERIKAT LAGI ATAU ANDA AKAN MENDERITA KONSEKUENSI SEPERTI YANG PERNAH DIALAMI OLEH HANYA SEGELINTIR PIHAK SEBELUMNYA DALAM SEJARAH."
Trump telah menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang disepakati oleh Iran dan kelompok P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman). Iran bersikeras tidak akan merundingkan kembali kesepakatan itu.
AS adalah salah satu penggerak perjanjian nuklir yang disepakati di bawah mantan Presiden Barack Obama, namun Trump berulang kali menyebutnya sebagai salah satu kesepakatan "terburuk" yang pernah ada.
Setelah keluarnya AS secara sepihak, pemerintahan Trump berusaha agar negara-negara lain mengikutinya dengan menambah momok sanksi.
Tahap pertama sanksi, yang sebagian besar ditujukan pada sektor perbankan Iran, akan mulai berlaku pada 6 Agustus. Sanksi kedua yang lebih berat, yang berkaitan dengan minyak, akan diberlakukan pada 4 November.