Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 September 2020•Update: 24 September 2020
Zehra Nur Duz
ANKARA
Berbicara dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-75 pada Selasa, Presiden Mesir mengungkapkan kepentingan negaranya dalam menegakkan perdamaian dan keamanan internasional termasuk melindungi rakyat dari momok konflik bersenjata melalui peluncuran proses politik yang komprehensif berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan. Presiden Abdel-Fattah al-Sisi
“Sangat disayangkan bahwa masyarakat internasional terus menutup mata terhadap sejumlah negara yang memberikan dukungan kepada teroris, baik dengan dana dan senjata atau dengan menyediakan tempat berlindung yang aman, platform politik dan media untuk mereka," kata Presiden Abdel-Fattah al-Sisi dalam tautan video.
Tentang krisis Libya, al-Sisi mengatakan Mesir terus mengikuti proses penyelesaian politik yang dipimpin oleh PBB di negara itu.
Dia menekankan bahwa Mesir bertekad mendukung Libya untuk membersihkan negara mereka dari milisi bersenjata dan organisasi teroris serta mengakhiri campur tangan terang-terangan dari beberapa pihak regional yang dengan sengaja mengangkut pejuang asing ke Libya.
Al-Sisi menegaskan kembali bahwa garis yang membentang antara kota Sirte dan Jufra di Libya dibatasi sebagai garis merah untuk pertahanan rakyat Mesir dan keamanan nasional.
Presiden juga mendesak semua pihak dalam konflik Libya untuk kembali ke proses politik dengan tujuan memulihkan perdamaian, keamanan dan stabilitas.