Ekip
05 Januari 2022•Update: 06 Januari 2022
KHARTOUM, Sudan
Ribuan orang turun ke jalan di ibu kota Sudan, Khartoum, dan kota-kota lain pada Selasa untuk menuntut pemerintahan sipil.
Para pengunjuk rasa mengibarkan spanduk yang mengutuk militer dan membawa foto-foto demonstran yang terbunuh dalam aksi protes menentang kudeta militer pada 25 Oktober, menurut seorang reporter Anadolu Agency.
Polisi menggunakan tabung gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa, yang berusaha mencapai istana presiden di Khartoum, menurut saksi mata.
“Polisi dan pasukan keamanan menggunakan gas air mata secara intensif terhadap kami, tetapi kami akan terus melakukan protes. Mereka tidak akan berhasil mengintimidasi kita,” kata Sanaa Ali, seorang pengunjuk rasa di Khartoum.
Demonstrasi pada Selasa terjadi setelah pengunduran diri Perdana Menteri transisi Abdalla Hamdok setelah dua tahun berkuasa.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Hamdok mengakui bahwa kemitraan antara militer dan kepemimpinan sipil telah gagal mengarah pada transisi dan pembentukan dasar bagi pemerintahan sipil dan transformasi demokrasi.