Muhammad Nazarudin Latief
05 Oktober 2019•Update: 05 Oktober 2019
Hussein al-Amir
BAGHDAD
Mantan Ketua Parlemen Irak Osama al-Nujaifi pada Sabtu meminta Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi karena gelombang demonstrasi yang tak kunjung reda dari awal bulan lalu.
Setidaknya 100 orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka dalam protes yang mengguncang Baghdad dan provinsi selatan negara itu selama beberapa hari terakhir.
Para pemrotes telah menuntut Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri serta perbaikan kondisi kehidupan dan mengakhiri korupsi.
"Kami menyerukan pemerintah untuk mengundurkan diri, membentuk kabinet baru dan mengadakan pemilihan awal di bawah pengawasan PBB," al-Najaifi, pemimpin Iraqi Decision Coalition berkata dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan pemerintah Abdul-Mahdi, yang telah dibentuk satu tahun lalu, gagal menangani demonstrasi, Selasa lalu.
Beberapa politisi meminta pemerintah Irak untuk mengundurkan diri, termasuk ulama Syiah Muqtada al-Sadr dan mantan perdana menteri Haidar al-Abadi.
Ketidakpuasan melanda di Irak dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya tingkat pengangguran dan korupsi.
Masyarakat di negara ini mendapatkan akses terbatas pada layanan dasar seperti listrik dan air bersih, sementara tingkat pengangguran sekitar 10 persen.