Maria Elisa Hospita
10 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Raja Philippe dari Belgia menerima pengunduran diri para menteri dari partai sayap kanan N-VA karena sengketa migrasi.
Pada Minggu, Istana Belgia menyatakan bahwa pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon, Menteri Keuangan Johan Van Overtveld, Menteri Pertahanan Sander Loones, Menteri Migrasi Theo Francken, dan Menteri HAM dan Kesejahteraan Zuhal Demir telah diterima.
Kantor berita Belga mengatakan bahwa Menteri Kesehatan Maggie de Block akan ditempatkan di Kementerian Migrasi, sementara Wakil Perdana Menteri Alexander De Croo akan dipindahkan ke Kementerian Keuangan, dan Menteri Perdagangan Peter de Crem akan ditunjuk sebagai menteri dalam negeri yang baru.
N-VA, partai terbesar di parlemen Jerman, pada Minggu mengumumkan akan keluar dari koalisi pemerintahan karena sengketa migrasi.
"Saya ingin menyatakan bahwa kami, para menteri dari N-VA, telah secara resmi mengajukan pengunduran diri mereka," kata Menteri Dalam Negeri Jan Jambon kepada radio VRT.
Keputusan itu diambil menyusul pengunduran diri Menteri Migrasi Theo Francken yang memicu kontrovesi karena komentar anti-imigrannya.
Pada Sabtu, PM Charles Michel mengatakan bahwa dia akan menghadiri konferensi PBB di Maroko untuk menyatakan dukungan bagi Global Compact for Migration PBB.
Michel juga mengatakan pemerintah akan melanjutkan koalisi minoritas termasuk MR liberal, CD&V kanan tengah, dan Open VLD.
Meskipun pakta PBB tidak mengikat secara hukum, N-VA berpendapat bahwa itu melanggar kedaulatan Belgia dan melunakkan sikap pemerintah terhadap para migran.