Maria Elisa Hospita
17 Desember 2018•Update: 17 Desember 2018
Ali H. M.Abo Rezeg
KAIRO
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit pada Minggu mendesak Australia untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.
Seruan itu muncul satu hari setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
"Deklarasi Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel menggelisahkan karena bertentangan dengan hukum internasional dan hak-hak Palestina," kata Aboul-Gheit seperti yang dilansir oleh kantor berita Mesir MENA.
"Saya meminta pemerintah Australia untuk mengubah sikapnya dan sesegera mungkin mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata dia lagi.
"Dengan cara inilah kita akan menganggap posisi Australia seimbang," tambah Aboul-Gheit.
Selama puluhan tahun, Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah karena Palestina mengharapkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.
Tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kemudian merelokasi kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem.