Gülşen Topçu
06 April 2021•Update: 06 April 2021
Gulsen Topcu
TRIPOLI
Dewan Kepresidenan Libya, pada Senin malam, mengumumkan pembentukan Komisi Rekonsiliasi Nasional yang akan berfungsi untuk membangun perdamaian sosial.
Ketua Dewan Kepresidenan Mohamed al-Menfi mengatakan komisi itu akan menegakkan keadilan di antara warga Libya dan menciptakan solidaritas di negara itu.
Al-Menfi berbicara dalam konferensi pers di Ibu Kota Tripoli, yang juga dihadiri oleh wakilnya, Musa al-Koni dan Abdullah al-Lafi.
Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang struktur atau kegiatan komisi tersebut.
Pada 1 April, Al-Menfi bertemu dengan para pakar Libya untuk membahas pembentukan komisi rekonsiliasi nasional.
Dewan Perwakilan Rakyat Libya saat ini terbagi antara anggota parlemen di Tripoli yang dipimpin oleh Mohammad Siala dan anggota parlemen di Tobruk yang dipimpin oleh Aguila Saleh.
Saat ini tidak ada angka akurat tentang jumlah anggota di setiap kelompok karena adanya pengunduran diri dan kematian.
Dalam pembicaraan yang dimediasi PBB pada 5 Februari, kelompok politik saingan Libya sepakat untuk membentuk pemerintah persatuan sementara untuk memimpin negara itu menuju pemilu Desember tahun ini dengan menunjuk seorang perdana menteri, Abdul Hamid Dbeibeh, dan menugaskannya untuk membentuk pemerintahan baru.
Rakyat Libya berharap langkah ini akan mengakhiri perang sipil yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak penggulingan dan pembunuhan Muammar Khaddafi pada 2011.