Talha Yavuz
24 Agustus 2021•Update: 24 Agustus 2021
Talha Yavuz
KYIV
Peserta KTT Platform Krimea di ibu kota Ukraina, Kyiv, menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina pada Senin.
Selama KTT itu, Menteri Energi Amerika Serikat Jennifer Granholm mengatakan AS bangga mendukung Ukraina yang baru memperingati 30 tahun kemerdekaannya.
Dia menekankan bahwa AS akan terus mempertahankan sanksinya kepada Rusia selama Rusia tidak menghentikan agresinya di wilayah Donbas dan Krimea.
“Kami akan terus mendukung Platform Krimea, mempertahankan sikap kami bahwa Krimea adalah Ukraina, dan akan selalu menjadi bagian dari Ukraina, dan Rusia harus bertanggung jawab atas agresinya," tegas Granholm.
Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier menegaskan kembali bahwa Jerman menentang aneksasi Krimea, yang bertentangan dengan hukum internasional.
"Hari ini, bersama dengan Ukraina, kami mengutuk pencaplokan itu dan menyerukan dimulainya kembali negosiasi," ujar dia.
Sementara itu, Presiden Moldova Maia Sandu menjelaskan bahwa dia berpartisipasi dalam KTT tersebut untuk menunjukkan dukungan negaranya terhadap integritas dan kedaulatan wilayah Ukraina yang diakui oleh masyarakat internasional.
“Aneksasi ilegal Krimea adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Moldova telah dan akan selalu menjadi mitra keamanan Ukraina,” tegas Sandu.
Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014, dengan Presiden Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.
Turki, AS, serta Majelis Umum PBB memandang pencaplokan itu sebagai tindakan ilegal.
Menurut PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Donbas telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas sejak 2014.