Astudestra Ajengrastrı
14 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Konferensi Tingkat Tinggi antar-Korea yang ketiga di 2018 akan digelar di Pyongyang bulan depan, menurut pernyataan bersama yang dirilis setelah dialog tingkat tinggi antara Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon dan sejawatnya dari Korea Utara Ri Son-gwon, Senin.
Presiden Korea Selatan Moon-Jae-in setuju untuk mengunjungi ibu kota Korea Utara kala bertemu dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong-un di perbatasan kedua negara, dalam pertemuan pertama mereka pada April, setelah lebih dari satu dekade KTT antar kedua negara terakhir terjadi.
Mereka lantas bertemu kembali pada Mei -- dan diabadikan sedang berpelukan erat -- namun setelah itu, Utara telah berkali-kali menyatakan frustasi atas apa yang mereka sebut dengan kurangnya kemajuan dalam kerja sama antar-Korea karena pengaruh AS di Selatan.
Meski begitu, pengumuman pada Senin tersebut tak menyebut apapun soal masalah yang masih menggantung, terutama soal pengurangan sanksi kepada Korea Utara atau kesepakatan damai formal -- keduanya bergantung pada denuklirisasi Utara, jika menuruti keinginan Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Tanggal pasti KTT Pyongyang tersebut juga belum dirilis, meski kemudian Kantor Kepresidenan Seoul melalui juru bicaranya Kim Eui-kyeom berkata bahwa pertemuan bisa terjadi setelah beberapa pekan karena "kemungkinan akan sedikit sulit" untuk mempersiapkan semuanya pada awal September.
"Karena Korea Utara adalah tuan rumah yang membuat undangannya, Utara yang akan memutuskan tanggal dengan mempertimbangkan kondisi mereka," ujar dia seperti dikutip oleh kantor berita lokal.
Pertemuan keempat yang tiba-tiba ini lebih mengejutkan setelah Korea Utara memutuskan membatalkan dialog antar-Korea pada awal bulan ini karena beberapa hal, salah satunya latihan militer yang dilakukan Korea Selatan dengan AS.