14 November 2024•Update: 20 November 2024
ANKARA
Korea Selatan akan mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada Ukraina sebagai tanggapan atas penempatan pasukan Korea Utara di Rusia untuk mendukung perang Moskow yang sedang berlangsung, kata Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol pada Rabu.
Berbicara kepada kantor berita Spanyol EFE, Yoon Suk-yeol mengatakan Pyongyang juga telah menyediakan senjata ke Moskow.
"Jika mereka berdua tidak menghentikan petualangan militer mereka yang berbahaya, kami siap menerapkan langkah-langkah efektif yang tepat, termasuk memperkuat dukungan untuk Ukraina, bekerja sama dengan sekutu-sekutu kami dan negara-negara yang sepemikiran," kata Yoon sebagaimana dikutip EFE.
Bulan lalu, Yoon mengatakan negaranya dapat mempertimbangkan untuk memberikan senjata kepada Ukraina “tergantung pada sejauh mana kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara.”
Pada Rabu, badan mata-mata Korea Selatan, Badan Intelijen Nasional, mengklaim bahwa tentara Korea Utara telah dipindahkan ke wilayah garis depan Kursk, Rusia untuk melawan pasukan Ukraina di sana.
Pada Selasa, seorang pejabat Ukraina juga mengklaim bahwa 50.000 tentara Rusia dan Korea Utara telah dikerahkan ke Kursk untuk melawan pasukan Ukraina, tetapi Pyongyang belum mengonfirmasi klaim tersebut.