Saadet Gökce, Kanyshai Butun
08 Juli 2026•Update: 08 Juli 2026
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membahas pemulangan tentara Korea Utara yang ditawan Ukraina dalam pertemuan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Rabu.
Juru bicara Presiden Korea Selatan, Kang Yu-jung, mengatakan kedua pemimpin sepakat bahwa isu tawanan perang asal Korea Utara akan ditangani sesuai hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan, dengan tetap menghormati keinginan para tawanan.
Dua tentara Korea Utara ditangkap pasukan Ukraina pada awal 2025 setelah dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, untuk mendukung operasi militer Moskow. Menurut laporan, keduanya menyatakan ingin dipindahkan ke Korea Selatan.
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha telah membahas kemungkinan pemindahan kedua tentara tersebut.
Menurut badan intelijen Korea Selatan, Korea Utara mengirim sekitar 1.000 personel teknik militer ke wilayah Kursk pada Agustus tahun lalu untuk membantu pasukan Rusia membersihkan ranjau darat.
Sebelumnya, Pyongyang juga disebut telah mengirim sekitar 15.000 pasukan tempur guna mendukung perang Rusia di Ukraina. Badan intelijen Korea Selatan memperkirakan sekitar 2.000 personel Korea Utara telah tewas dalam konflik tersebut.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, mengatakan Seoul juga berkomitmen memberikan bantuan senilai US$100 juta kepada Ukraina sebagai bagian dari kehadiran Presiden Lee pada KTT NATO di Ankara.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Korea Selatan terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas keputusan Seoul memberikan paket bantuan tersebut.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan Ukraina ingin mempererat hubungan dengan Korea Selatan dan bahwa kedua pemimpin membahas berbagai prioritas kerja sama bagi kedua negara.
"Saya senang kami dapat mengadakan pertemuan pertama ini," kata Zelenskyy, seraya menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan timnya untuk menindaklanjuti berbagai isu yang telah dibahas.