Rıskı Ramadhan
23 Januari 2018•Update: 23 Januari 2018
Ekip
SANLIURFA, Turki
Sejumlah besar warga Kurdi Suriah yang melarikan diri ke Turki karena perang sipil di negara mereka tidak dapat kembali ke kampung halaman karena takut akan penindasan organisasi teroris PYD/PKK.
Ibrahim Abdullah, seorang warga Kurdi Suriah yang sekitar dua tahun lalu datang ke Turki bersama sepuluh anaknya merupakan satu dari ribuan pengungsi yang menjadi korban penindasan PYD/PKK.
Satu dari dua putranya yang menolak bergabung dengan PYD/PKK ditembak di kaki, sementara satu lainnya dipenjara sejak dua tahun lalu.
Organisasi teroris PYD/PKK mengeluarkan siapa pun yang menentang mereka, kata Abdullah.
“PYD/PKK telah mengambil saudara dan anak-anak saya. Saya lari dari penindasan itu dan datang kemari,” ungkap dia.
Abdullah dan keluarganya kini hidup di Sanliurfa dengan bantuan masyarakat Turki.
Dia berharap kezaliman PYD/PKK di negaranya dapat segara berakhir seihingga dia dan pengungi lainnya dapat pulang ke kampung halaman.
Ibrahim Abdullah menyatakan mendukung penuh Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan Turki pada Sabtu lalu dengan tujuan memberantas teroris di Afrin.
"PYD/PKK adalah kanker untuk Suriah, kita perlu memberantasnya,” kata dia.
Seorang pengungsi Kurdi Suriah lainnya, Abdullah Nuri yang tinggal di Turki bersama keempat anaknya mengatakan, PYD/PKK dikenal oleh semua orang sebagai organisasi teroris di tingkat internasional.
Satu anak Nuri tewas di Ras al-Ayn, sementara satu lainnya tewas terkena peluru teroris PYD/PKK di Raqqa, Suriah.
Sejak dua tahun terakhir, Nuri hidup di kota Sanliurfa yang merupakan kota terdekat ke perbatasan dan menanti hari untuk pulang ke kampung halamannya.
“Saya harap negara kami bisa membaik dan kami bisa terlindung dari penindasan PYD/PKK dengan Operasi Ranting Zaitun,” kata dia.
“Kami berterimakasih kepada Turki dan rakyat Turki karena telah membantu kami dalam perang ini,” tambah Nuri.
Pada Sabtu lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Menurut pernyataan Staf Umum Turki, operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, tambah pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.