Muhammad Abdullah Azzam
08 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Pemerintah Iran mengirim sebuah surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk menegaskan pihaknya tidak menginginkan peperangan.
Menutut laporan media pemerintah Iran, otoritas Teheran mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres setelah Pasukan Pengawal Revolusi menghantam pangkalan udara AS di Irak dengan puluhan rudal balistik.
Surat itu menyebut pemerintah Iran tidak mengejar peperangan tetapi memperingatkan akan ada balasan terhadap tindakan militer yang melawannya.
Di sisi lain Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengungkapkan bahwa negaranya sedang tidak mencari ketegangan, melainkan hanya ingin melindungi diri mereka sendiri.
Garda Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Rabu telah menargetkan pangkalan udara Ain al-Asad di Irak, fasilitas yang dioperasikan bersama pasukan AS dan Irak, dengan "puluhan rudal".
Kantor berita Iran Fars menyebut tembakan rudal di pangkalan udara Ain al-Asad sebagai "aksi balas dendam"
Pentagon mengkonfirmasi serangan terjadi sekitar pukul 5.30 malam waktu AS pada Selasa, dengan lebih dari selusin rudal balistik untuk melawan militer AS dan pasukan koalisi di Irak.
Militer AS mengkonfirmasi enam rudal telah berdampak pada basis AS di Irak.
Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan: "Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya."