Ahmad Yusuf
30 September 2022•Update: 04 Oktober 2022
KUWAIT
Kelompok oposisi Kuwait mengamankan hampir 60 persen kursi di Majelis Nasional terdiri dari 50 kursi, menurut hasil akhir pemilihan legislatif yang diumumkan pada Jumat.
Berdasarkan hasil tersebut, hanya 23 anggota parlemen lama yang berhasil mempertahankan kursinya di parlemen, sedangkan ada 27 anggota baru setelah pemilu ini.
Kantor berita Kuwait KUNA yang dikelola negara mengatakan 305 kandidat, termasuk 22 kandidat wanita, mencalonkan diri untuk mengantongi kursi di majelis.
Jumlah perwakilan blok Syiah meningkat dari enam menjadi sembilan kursi.
Dua orang yang saat ini berada di penjara juga memenangkan pemilihan.
Kelompok Ikhwanul Muslimin di Kuwait, yang dikenal sebagai Gerakan Konstitusi Islam (Hadas), mengamankan lima kursi, jumlah yang sama seperti sebelumnya.
Sementara Majelis Nasional sebelumnya tidak memiliki anggota perempuan, hasil pemilu menunjukkan setidaknya dua perempuan mengamankan kursi di parlemen.
Pada Kamis, rakyat Kuwait memberikan suara dalam pemilihan parlemen di negara Teluk, pemungutan suara kedua dalam dua tahun.
Bulan lalu, Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah, yang telah mengambil sebagian besar tugas emir yang berkuasa, membubarkan Majelis Nasional, dengan alasan kebuntuan politik antara pemerintah dan legislatif.
Majelis Nasional adalah otoritas legislatif negara Teluk dan diberi mandat untuk mengamati pekerjaan otoritas eksekutif dan mengeluarkan undang-undang, yang mulai berlaku setelah diratifikasi oleh penguasa negara.