08 Juli 2017•Update: 09 Juli 2017
Erbil Basay
BERLIN
Izin peliputan beberapa jurnalis yang meliput pertemuan G20 di Hamburg, Jerman, ditarik secara tiba-tiba dengan alasan keamanan oleh pihak kepolisian federal Jerman. Seorang fotografer dari sebuah koran harian Jerman, Weser Kurier, menyebut izin peliputannya dicabut tanpa dijelaskan secara spesifik oleh pihak terkait.
Begitupun dengan koran harian di Berlin, Junge-Welt, yang juga melaporkan bahwa salah satu wartawan mereka dilarang masuk ke Ruang Wartawan di area pertemuan G20. Pihak kepolisian Jerman bahkan dikabarkan telah mengambil surat izin peliputan wartawan tersebut.
“Polisi Federal membatalkan akreditasi peliputan itu bersama pihak keamanan,” ujar Junge-Welt lewat akun Twiyter resmi mereka.
Aksi penolakan wartawan ini muncul setelah terjadi bentrokan antara pihak kepolisian dengan demonstran yang melakukan protes saat pemimpin-pemimpin negara mulai berdatangan di Hamburg.
Ratusan pemrotes yang menyebut diri mereka Black Bloc (Blok Hitam), telah menggelar aksi protes dengan mengusung papan bertuliskan “Selamat datang ke Neraka” untuk mengganggu jalannya pertemuan G20.
Setidaknya 196 petugas kepolisian mengalami luka-luka dalam kericuhan pada Kamis lalu. Dari kejadian itu, 50 orang pemrotes telah ditahan. Pihak Black Bloc menyalahkan polisi atas kejadian tersebut karena menganggap jumlah yang polisi yang diturunkan jauh lebih banyak untuk menghadapi para demonstran.