Muhammad Abdullah Azzam
08 Januari 2019•Update: 08 Januari 2019
Zeynep Hilal Karyağdı
YERUSALEM
Harian Israel Haaretz melaporkan pemerintah Israel bulan lalu menyiapkan 200 ribu hektar untuk pembangunan perluasan permukiman Yahudi Eufrat di kota Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki.
Proyek perluasan wilayah permukiman Yahudi Efrat tersebut akan menghubungkan ke wilayah permukiman Yahudi Gush Etzion, sehingga bagian selatan kota Bethlehem akan dikelilingi oleh permukiman Yahudi.
Berita itu juga menyebut perlunya pembangunan jalan baru di tanah milik warga Palestina dan pembuatan pintu baru di Tembok Pemisahan di sekitar Bethlehem yang menjadi bagian dari rencana perluasan wilayah permukiman Yahudi.
Rencana Israel untuk memperluas permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat muncul sebelum pemilihan umum April 2019.
Menurut data Palestina, sekitar 640.000 pemukim Yahudi saat ini tinggal di 196 permukiman (dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel) dan lebih dari 200 pos (dibangun tanpa persetujuan) di Tepi Barat yang diduduki.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.