Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
YERUSALEM
Israel berencana membangun kompleks kedutaan besar di Yerusalem untuk mendorong lebih banyak negara merelokasi misi diplomatik mereka ke kota itu, lansir Channel 7, Rabu.
Kompleks itu direncanakan akan dibangun di lahan seluas 25 hektar dan akan menampung sembilan kedutaan.
Gedung itu juga akan mencakup fasilitas kedutaan dan perumahan untuk staf kedutaan.
"Saya yakin bahwa banyak negara akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem," ujar Menteri Konstruksi dan Perumahan Yoav Galant.
"Kami saat ini sedang merencanakan kemungkinan kompleks kedutaan untuk negara-negara lain, yang diperkirakan akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem," tambahnya.
Desember lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu kecaman dunia.
Pada Mei, AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang kemudian diikuti oleh Guatemala.
Menurut media Israel, sejumlah negara diperkirakan juga akan membuka kedutaan besar di Yerusalem dalam waktu dekat, termasuk Australia, Honduras, dan Republik Ceko.
Yerusalem masih menjadi pusat konflik Israel-Palestina, sementara Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya bisa berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.