ANKARA
Seorang pejabat tinggi keamanan Iran pada Rabu mengkritik pemerintah Amerika Serikat (AS) karena kurang "koherensi" untuk membuat keputusan politik pada pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung di Wina.
Pernyataan Ali Shamkhani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) negara itu, muncul di Twitter tak lama setelah sekelompok 33 senator AS dari Partai Republik yang dipimpin oleh Ted Cruz menandatangani surat "mengecam negosiasi pemerintah (AS) untuk kesepakatan nuklir Iran yang baru."
"Suara-suara dari pemerintah AS menunjukkan bahwa tidak ada koherensi di negara ini untuk membuat keputusan politik ke arah kemajuan dalam Pembicaraan Wina," kata Shamkhani, menambahkan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden "tidak dapat membayar perselisihan internalnya dengan melanggar hak hukum Iran."
Pada Selasa, Senator Cruz, yang menentang kesepakatan nuklir 2015 bersama dengan 32 senator Republik lainnya, mengirim surat pada Senin yang mengatakan bahwa setiap perjanjian "terkait dengan program nuklir Iran yang bukan merupakan perjanjian yang diratifikasi oleh Senat dapat dibatalkan, dan memang kemungkinan besar akan tercabik-cabik, pada hari-hari pembukaan pemerintahan Presiden berikutnya, paling cepat Januari 2025."
Kesepakatan nuklir Iran - secara resmi bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) - ditandatangani pada 2015 oleh Iran, AS, China, Rusia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Teheran berkomitmen untuk membatasi aktivitas nuklirnya untuk tujuan sipil dan sebagai imbalannya, kekuatan dunia setuju untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.
AS, di bawah mantan Presiden Donald Trump, secara sepihak menarik diri dari perjanjian pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi, mendorong Teheran untuk berhenti mematuhi kesepakatan itu.