Ekip
10 Februari 2022•Update: 11 Februari 2022
LONDON
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu mengatakan kepada parlemen bahwa dia berencana untuk mengakhiri semua pembatasan Covid-19 yang tersisa bulan ini.
"Adalah niat saya untuk kembali pada hari pertama setelah istirahat paruh waktu untuk mempresentasikan strategi kami untuk hidup dengan Covid-19," kata dia kepada anggota parlemen.
"Memastikan tren yang menggembirakan saat ini dalam data terus berlanjut, harapan saya bahwa kami akan dapat mengakhiri pembatasan domestik terakhir, termasuk persyaratan hukum untuk mengisolasi diri jika Anda dites positif, sebulan penuh lebih awal," ungkap Johnson.
Pembatasan itu akan berakhir pada 24 Maret, tetapi PM Inggris itu sekarang ingin mengakhirinya pada 21 Februari.
Mantan Menteri Brexit Lord David Frost, yang meninggalkan pemerintah karena ketidaksepakatan atas pembatasan Covid-19, menyebut "Rencana perdana menteri untuk mengakhiri semua pembatasan Covid-19 sebulan lebih awal adalah hal yang benar untuk dilakukan dan sangat disambut.
"Saya berharap pemerintah juga akan menjelaskan bahwa kita tidak akan lagi melakukan lockdown," sebut dia.
Johnson berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri setelah serangkaian kebocoran yang menuduh bahwa pesta-pesta berlangsung di gedung pemerintahan Downing Street sementara seluruh negara dikarantina.