Muhammad Abdullah Azzam
22 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
Tayfur Bayraklı
ANKARA
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa rezim Israel tak memiliki hak atas tanah Arab dan Muslim.
“Israel harus segera mengakhiri upaya penjajahan dan pelanggaran," ungkap Qasimi.
Jubir Qasimi mengungkapkan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Golan bukan hanya sekedar tindakan intervensi terhadap tanah Suriah.
"Keputusan (AS) ini akan mengarah pada krisis baru di wilayah yang memang sudah rentan. Zona ini diakui sebagai wilayah pendudukan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB)," lanjut pernyataan Kemlu Iran itu.
Qasimi menekankan bahwa solusi untuk Dataran Tinggi Golan adalah menghentikan pendudukan Israel di wilayah itu.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan, "Setelah 52 tahun, saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.”
Israel telah lama mendorong Washington untuk mengakui klaimnya atas wilayah yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.
Israel menempati sekitar dua pertiga Dataran Tinggi Golan sebagai dampak konflik.
Mereka resmi pindah dengan mencaplok wilayah itu pada 1981 – aksi itu ditolak oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat.