Muhammad Abdullah Azzam
17 Februari 2021•Update: 17 Februari 2021
Zehra Nur Duz
ANKARA
Iran pada Selasa menolak laporan yang mengaitkan Teheran dengan serangan roket di bandara internasional di Erbil, ibu kota wilayah Kurdi di Irak utara.
"Iran tidak hanya menolak keras rumor ini, tetapi juga dengan tegas mengutuk upaya mencurigakan untuk menghubungkan serangan itu dengan Iran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh dalam sebuah pernyataan.
Khatibzadeh mengatakan Iran melihat stabilitas dan keamanan Irak sebagai masalah utama bagi kawasan itu, dan menentang langkah apa pun yang akan mengganggu ketertiban dan perdamaian di Irak.
Menyebut serangan itu "mencurigakan," Khatibzadeh meminta pemerintah Irak untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelidikinya dan menangkap para pelakunya.
Sebuah kelompok bersenjata Irak yang disebut Guardian of Blood Brigades pada Selasa mengatakan bahwa mereka telah menembakkan 24 roket ke bandara itu pada Senin malam.
Dalam serangan itu seorang warga AS tewas dan enam lainnya terluka, termasuk seorang tentara AS.
Menurut media Irak, kelompok itu adalah anggota kelompok Hizbullah di Irak yang didukung Iran.
Kelompok itu sebelumnya mengklaim serangan terhadap pasukan koalisi pimpinan AS terhadap kelompok teror Daesh/ISIS di Irak.
September lalu, serangan roket lain oleh militan tak dikenal menyerang bandara Erbil, tetapi serangan itu tak menimbulkan korban. Saat itu, KRG menuduh milisi Hashd al-Shaabi berada di balik penyerangan tersebut.