Şahin Demir
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer melintasi Selat Hormuz akan menghadapi “respons tegas dan menentukan,” menurut pernyataan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Melalui pernyataan di platform X, IRGC menegaskan pihaknya memiliki “kendali penuh dan cerdas” atas jalur perairan strategis tersebut, serta hanya mengizinkan kapal nonmiliter melintas dengan aturan tertentu.
IRGC juga membantah laporan mengenai kapal Amerika Serikat yang melintasi Selat Hormuz, dan menekankan bahwa setiap percobaan oleh kapal militer akan dihadapi dengan “konfrontasi kuat.”
Peringatan tersebut muncul di tengah berlangsungnya pembicaraan trilateral antara Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan di Pakistan, di mana isu Selat Hormuz menjadi salah satu topik utama yang dibahas.
Perkembangan ini mengikuti laporan bahwa sejumlah kapal Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, yang disebut sebagai pergerakan pertama sejak dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi pergerakan tersebut kepada situs berita Axios, dengan menyebutkan bahwa pelayaran itu tidak dikoordinasikan dengan Iran.