Muhammad Abdullah Azzam
11 Agustus 2018•Update: 12 Agustus 2018
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Kementerian Luar Negeri Irak mengungkapkan bahwa negaranya menolak untuk menerapkan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Juru bicara Kemenlu Irak, Ahmad Mahjub, mengungkapkan dalam pernyataan tertulisnya, bahwa negaranya menolak untuk menerapkan segala bentuk embargo yang akan merugikan suatu negara.
“Kami tak melupakan sikap bijak negara tetangga Iran yang selalu berada di samping kami pada saat-saat krisis,” ungkap Mahjub.
Mahjub menegaskan, merugikan suatu negara akan mempengaruhi secara negatif keamanan dan stabilitas di wilayah sekitar negara tersebut.
"Kami menghargai segala bantuan dari Republik Islam Iran kepada Irak dalam perlawanan terhadap terorisme. Kami mendesak AS dan masyarakat internasional untuk mencabut sanksi tersebut,” ungkap pernyataan itu.
Pemimpin pergerakan al-Sadr di Irak, Muqteda al-Sadr berkata, "Jika AS tak memcabut keputusan mereka maka kami tidak akan tinggal diam membiarkan mereka merugikan masyarakat."
Presiden Irak, Fuad Masum, mengatakan bahwa Irak kemungkinan akan sulit mematuhi keputusan sanksi AS untuk Iran tersebut.