Pizaro Gozali İdrus
20 Agustus 2018•Update: 22 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyampaikan pertemuan dengan Taliban merupakan wujud komitmen Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Afghanistan.
“Proses [soal perdamaian] Afghanistan itu bukan one process. Jadi tidak setelah pertemuan trilateral ulama, lalu selesai,” ujar Menteri Retno di Jakarta, Senin.
Menteri Retno mengatakan Indonesia sudah berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan.
“Proses itu bukan hanya one track, banyak proses yang harus kita lakukan,” kata Menteri Retno.
Salah satu langkah itu adalah melakukan kunjungan ke Afghanistan yang sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Menteri Retno sendiri.
Begitu pula dengan kunjungan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani beserta ibu negara ke Indonesia.
“Jadi komunikasi kita dengan semua pihak yang terkait proses perdamaian itu kita lakukan,” ujar Menteri Retno.
Sebelumnya, delegasi Emirat Islam Afghanistan atau Taliban yang dipimpin kepala Kantor Politik Sher Muhammad Abbas Stanekzai melakukan kunjungan ke Indonesia dari 12-15 Agustus 2018.
Selama kunjungan tersebut, delegasi Taliban menemui Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Representatif Khusus Presiden Indonesia untuk Afghanistan Hamid Awaludin.
“Mereka berdiskusi tentang pencapaian perdamaian di Afghanistan dan penarikan pasukan asing,” kata juru bicara politik Taliban Muhammad Sohail Shaheen dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
Selain itu, delegasi Taliban dan pejabat tinggi Indonesia juga bertukar pandang soal hubungan bilateral.