Nicky Aulia Widadio
15 Maret 2019•Update: 16 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah bantuan sebagai wujud kontribusi pada proses perdamaian di Afghanistan.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan hal tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani di Jakarta pada Jumat, 15 Maret 2019.
“Sekali lagi Indonesia menyampaikan kesiapannya untuk terus berkontribusi di dalam proses perdamaian di Afghanistan,” ujar Retno di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Menurut dia, kontribusi Indonesia ada pada tiga hal yakni membangun rasa saling percaya di antara kedua negara, membangun perdamaian dan state building, serta pada forum-forum internasional.
Indonesia menjadi tuan rumah dari pertemuan trilateral ulama dengan Afghanistan dan Pakistan pada Mei 2018 lalu sebagai bagian dari upaya membangun rasa saling percaya.
Konferensi itu telah menghasilkan Deklarasi Bogor yang menyerukan upaya perdamaian untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan.
“Indonesia siap memberikan fasilitasi terhadap hal-hal atau kegiatan yang terkait dengan trust building,” kata Retno.
Selain itu, Indonesia menawarkan kerja sama pembangunan kapasitas di berbagai sektor antara lain memberi 100 beasiswa kepada Afghanistan pada bidang minyak, gas, dan pertambangan, pelatihan prosedur ekspor dan impor, serta pemberdayaan perempuan.
Pada forum Internasional, lanjut Retno, Indonesia dan Jerman tengah merumuskan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai perpanjangan mandat United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA).
Indonesia juga meminta dukungan dari Afghanistan dalam pencalonan sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Menlu Afghanistan Rabbani mengapresiasi sejumlah kontribusi Indonesia untuk Afghanistan, salah satunya melalui pertemuan trilateral ulama di Bogor.
“Kami menantikan bantuan Indonesia untuk sektor pertambangan, dan kami menyambut investasi Indonesia,” tutur Rabbani.
Pada kunjungan balasan ke Afghanistan pada Januari 2018 lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan komitmen untuk mendukung perdamaian di Afghanistan.
Komitmen itu berlanjut melalui kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri konferensi perdamaian Kabul Process satu bulan setelahnya.