Maria Elisa Hospita
13 Juli 2020•Update: 15 Juli 2020
Nusrat Sidiq
SRINAGAR, Jammu dan Kashmir
Pasukan keamanan di Jammu dan Kashmir yang dikelola India menahan tokoh perjuangan Kashmir pada Minggu.
Menurut Press Trust of India, Mohammad Ashraf Sehrai serta beberapa anggota kelompok Jamaat-e-Islami ditangkap menjelang peringatan Hari Martir di Kashmir untuk mengenang 22 orang Muslim Kashmir yang dibunuh oleh penguasa Hindu pada 13 Juli 1931.
Di bawah Undang-Undang Keamanan Publik (Public Safety Act), seluruh aktivitas kelompok itu dilarang.
Kepala Polisi Dilbagh Singh mengatakan Sehrai dan puluhan anggota Jamaat-e-Islami dapat ditahan hingga dua tahun tanpa proses pengadilan.
Sehrai, 76, adalah ketua Partai Tehreek-Hurriyat di Kashmir yang pro-Pakistan.
Keluarga Sehrai mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Sehrai dijemput oleh polisi di kediamannya pada Minggu pukul 05.30 (0000GMT).
Menurut menantu Sehrai, Younis Rather, Sehrai ditangkap tanpa penjelasan apapun.
Di sisi lain, polisi menegaskan bahwa penahanan Sehrai didasari oleh "pelanggaran hukum" yang dilakukan oleh kelompok separatis itu.
Pada 19 Mei, Junaid Sehrai, yang merupakan putra Sehrai sekaligus komandan kelompok pemberontak Hizbul Mujahideen, terbunuh dalam bentrokan antara anggota kelompoknya dengan pasukan keamanan di Srinagar.