Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 April 2020•Update: 07 April 2020
Shuriah Niazi
NEW DELHI
India mencabut sebagian larangan ekspor beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati Covid-19 atau pandemi virus korona (Covid-19).
Pengumuman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri India pada Selasa sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan pembalasan jika Perdana Menteri India Narendra Modi menolak untuk mengirimkan obat-obatan.
Bulan lalu India telah membatasi ekspor 26 bahan obat-obatan, termasuk hydroxychloroquine - obat anti-malaria yang sedang diuji sebagai obat virus korona.
"Karena aspek kemanusiaan dari pandemi ini, telah diputuskan bahwa India akan melisensikan parasetamol dan Hydroxychloroquine dalam jumlah yang sesuai untuk semua negara tetangga kami yang tergantung pada kemampuan kami. Kami juga akan memasok obat-obatan penting ini ke beberapa negara yang telah khususnya sangat terpengaruh oleh pandemi," kata Anurag Srivastava, juru bicara kementerian.
Dia mengatakan bahwa ekspor hydroxychloroquine dan parasetamol akan diizinkan tergantung pada ketersediaan stok setelah memenuhi persyaratan domestik dan pesanan yang ada. Kedua obat ini telah disimpan dalam kategori berlisensi dan posisi permintaan mereka akan dipantau oleh pemerintah.
Pada pengarahan di Gedung Putih, Trump mengatakan kemungkinan ada pembalasan jika India tidak setuju untuk mengekspor hydroxychloroquine, yang dia gambarkan sebagai game-changer, meskipun belum ditetapkan sebagai obat yang efektif untuk Covid-19.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, AS sejauh ini melaporkan lebih dari 368.400 kasus dengan lebih dari 10.900 kematian. India, di sisi lain, sejauh ini mengkonfirmasi 4.858 kasus pandemi dengan 136 kematian.
Srivastava mengatakan kontroversi yang tidak perlu bermunculan terkait masalah obat-obatan yang berhubungan dengan Covid-19.
“Seperti halnya pemerintah yang bertanggung jawab, kewajiban pertama kami adalah memastikan bahwa ada stok obat yang memadai untuk kebutuhan rakyat kami sendiri,” tambah dia.
Dia juga menginformasikan bahwa pembatasan sebagian besar sudah dicabut setelah ketersediaan obat-obatan dipastikan.