Hayati Nupus
21 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan Gunung Agung, Bali, erupsi pada Kamis pukul 00.18 WITA selama 107 detik atau menit 47 detik.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan seismogram merekam erupsi ini dengan amplitude maksimum 23 mm.
“Namun tinggi kolom abu dan asap kawah tidak teramati karena tertutup kabut mendung,” ujar Kasbani, Kamis, dalam siaran pers.
Saat ini, gunung setinggi 3.142 mdpl ini masih berstatus Siaga sejak 21 November 2017.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tak beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.
PVMBG juga mengimbau agar masyarakat tak beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.
“Agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak,” kata Kasbani panjang lebar.