Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Mei 2019•Update: 06 Mei 2019
Lokman Ilhan
CARACAS, Venezuela
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan pada Sabtu untuk melakukan protes lanjutan guna menjatuhkan presiden terpilih Nicolas Maduro.
Juan Guaido menulis seruannya di Twitter pada Jumat, meminta warga melakukan pemogokan umum untuk menjatuhkan kekuasaan Maduro.
"Melanjutkan protes di jalan adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan perhatian, tekanan dan tindakan masyarakat internasional ... dan untuk menunjukkan kepada mereka yang masih mendukung diktator bahwa tidak akan ada stabilitas selama pelanggaran masih berlanjut," ujar dia.
Pada Selasa, Guaido merilis sebuah video di media sosial yang menunjukkan dia bertemu sekelompok pasukan dari Angkatan Bersenjata Nasional dan menyerukan pemberontakan untuk mengakhiri pemerintahan Maduro.
Tetapi langkah Guaido, yang dikatakan sebagai awal dari fase terakhir upaya penggulingan Maduro, tampaknya telah gagal mendapat dukungan yang cukup dari militer.
Sebagai langkah balasan, Maduro turun ke jalan-jalan di Caracas dalam pawai yang dihadiri oleh perwira senior militer dan diikuti oleh 4.500 personel militer pada Kamis.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Guaido, yang mengepalai Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, suatu langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara itu, Rusia, Turki, China, Iran, Bolivia dan Meksiko telah menyatakan dukungannya terhadap Maduro.