Maria Elisa Hospita
31 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Adil Essabiti
TUNIS
Gerakan Ennahda Tunisia mendesak pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun depan sesuai jadwal, meskipun sejumlah tokoh politik meminta untuk menundanya.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis di situs resminya pada Kamis malam, Ennahda mengatakan bahwa “menyelenggarakan pemilu tepat waktu -- dan sesuai dengan konstitusi -- dibutuhkan untuk membebaskan rakyat dari kediktatoran dan sebuah ekspresi yang sah dari keinginan rakyat”.
"Tanpa pemilihan umum, tidak akan ada legitimasi demokratis," tambah kelompok itu.
Menurut laporan media setempat, beberapa tokoh politik Tunisia -- termasuk Noureddine Taboubi, sekretaris jenderal Serikat Buruh Umum yang berpengaruh di Tunisia -- telah meminta penundaan pemilu, yang rencananya akan dilaksanakan akhir tahun depan.
Ennahda, yang merupakan sebuah gerakan politik corong Islam, memiliki 68 kursi di parlemen Tunisia dari total kursi 217 parlemen.