Agnes Szucs
18 Mei 2022•Update: 19 Mei 2022
BRUSSELS
Finlandia dan Swedia secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi militer NATO pada Rabu.
“Saya menyambut hangat permintaan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jen Stoltenberg setelah menerima aplikasi keanggotaan resmi dari Klaus Korhonen dan Axel Wernhoff, yang masing-masing duta besar NATO untuk Finlandia dan Swedia, di Brussels.
Menyebut permohonan itu sebagai “langkah bersejarah” dalam sejarah aliansi, Stoltenberg menekankan Swedia dan Finlandia adalah “mitra terdekat” NATO dan keanggotaan mereka “akan meningkatkan keamanan bersama kita.”
Stoltenberg mengatakan sekutu NATO "bertekad untuk bekerja melalui semua masalah dan mencapai kesimpulan cepat" pada proses keanggotaan.
Dia juga menegaskan bahwa NATO telah meningkatkan kewaspadaan di wilayah Laut Baltik, dan pasukannya akan “terus beradaptasi seperlunya.”
Langkah itu dilakukan meskipun ada kekhawatiran Rusia bahwa perluasan NATO akan memiliki konsekuensi yang tidak stabil bagi keamanan di Eropa.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Senin bahwa Moskow “tidak memiliki masalah” dengan Swedia atau Finlandia, tetapi “perluasan infrastruktur militer ke wilayah ini pasti akan memancing tanggapan kami.”
Turki, anggota lama NATO, juga telah menyuarakan keberatannya terhadap keanggotaan Finlandia dan Swedia.
Ankara mengkritik kedua negara Nordik itu karena menoleransi dan bahkan mendukung kelompok teror.
Agar suatu negara dapat bergabung dengan NATO, diperlukan persetujuan dengan suara bulat dari 30 negara anggota yang ada.