13 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Roy Ramos
Kota Zamboanga, Filipina
Filipina akan mengusut laporan mengenai adanya aktivitas Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang diyakini Turki bertanggung jawab atas terjadinya pecobaan kudeta Juli tahun lalu, kata kantor kepresidenan Filipina, Kamis.
“Kami akan menyelidiki organisasi yang bersekongkol atau membantu terorisme dan akan meminta pertanggungjawaban mereka, terutama pimpinan aktivitas teroris dan kriminal,” kata juru bicara kepresidenan Ernesto Abella seperti yang dikutip oleh ABS-CBN.
“Kami juga bekerja sama dengan negara lain untuk memerangi terorisme. Terorisme adalah ancaman global yang dapat ditangani dengan lebih baik melalui persatuan,” tambahnya.
Pernyataan ini dirilis setelah Duta Besar Turki untuk Filipina Esra Cankorur mengatakan adanya aktivitas kelompok FETO melalui sekolah-sekolah di kota Zamboanga dan Manila.
“Ini adalah wajah luar mereka, mereka tampak sebagai institusi-institusi pendidikan dan organisasi-organisasi amal. Mereka membicarakan dialog antar-agama, namun mereka merahasiakan identitas mereka,” kata Cankorur.
Anadolu Agency mengungkap bahwa salah satu institusi yang disebut Cankorur adalah Sekolah Toleransi Filipina-Turki yang didirikan pada tahun 1997, di Zamboanga. Sekolah tersebut aktif menggelar kompetisi matematika dan acara kebudayaan Turki, juga membagikan daging selama festival Idul Adha.
Turki menuduh FETO mendalangi percobaan kudeta Juli tahun lalu. Sejak kudeta terjadi, pemerintah Turki telah menangkap puluhan ribu terduga pendukung FETO dan memberhentikan lebih dari 100.000 pegawai sipil.