Maria Elisa Hospita
26 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Ilkay Guder
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggelar diskusi bilateral untuk kedua kalinya dalam tahun ini pada Kamis.
Keduanya dijadwalkan untuk bertemu di sela-sela pertemuan puncak BRICS (Brazil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan) yang diselenggarakan di Johannesburg.
Agenda utama pertemuan itu adalah situasi Suriah. Mereka juga diperkirakan akan bertukar pandangan soal pertemuan puncak Teheran yang akan datang sebagai bagian dari proses Astana.
"Perkembangan situasi di Suriah, baik di Tal Rifaat atau Manbij, tidak berjalan seperti yang diinginkan. Hanya Afrin, Jarabulus, dan Al-Bab yang berjalan sesuai rencana," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Turki, sebelum bertolak ke Johannesburg, Rabu.
Tatap muka pertama Erdogan-Putin berlangsung di Ankara pada awal April, di mana keduanya juga mengikuti upacara peletakkan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu.
Selain itu, keduanya juga menghadiri pertemuan tripartit dengan Turki dan Iran untuk membahas Suriah.
Sepanjang tahun ini, Erdogan dan Putin telah berdiskusi lewat telepon sebanyak 16 kali untuk membahas masalah-masalah regional - khususnya Suriah - dan hubungan bilateral.