Muhammad Abdullah Azzam
17 Oktober 2020•Update: 19 Oktober 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat mengatakan hubungan negaranya dengan Ukraina meningkat di banyak bidang termasuk di industri pertahanan, kesehatan dan pariwisata melalui pendekatan win-win solution.
Pada konferensi pers di ibu kota Ankara setelah acara pertemuan dengan sejawatnya dari Ukraina Volodymyr Zelensky, Erdogan mengatakan Turki memandang Ukraina sebagai aktor kunci yang diperlukan untuk membangun perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan itu.
Presiden Turki mengatakan kedua belah pihak berkomitmen untuk membuat perjanjian perdagangan bebas dan meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi USD10 miliar melalui investasi dan peningkatan hubungan sosial-ekonomi.
Menekankan bahwa lebih dari 500.000 turis Ukraina mengunjungi Turki musim panas ini di tengah pandemi Covid-19, Erdogan mengatakan data ini mencerminkan kepercayaan Ukraina pada kampanye "pariwisata aman" pemerintah Turki.
Erdogan juga mengatakan Ankara selalu mendukung integritas teritorial dan politik Ukraina, menambahkan Turki tidak pernah mengakui aneksasi ilegal Krimea.
Sementara itu, Zelensky mengatakan negaranya siap untuk lebih meningkatkan kemitraan strategis dengan Turki, menambahkan bahwa diskusinya dengan Erdogan sangat produktif.
Menekankan pentingnya dukungan Turki untuk integritas teritorial Ukraina, dia berjanji akan mempertahankan upaya untuk membebaskan tahanan politik Ukraina dan Tatar Krimea yang ditahan oleh Rusia.
Zelensky mengatakan Ukraina dan Turki akan bekerja sama dengan erat di Majelis Umum PBB ke-75 untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia di Krimea yang dicaplok oleh Rusia secara ilegal.
Dia juga mencatat bahwa perselisihan di wilayah Donbass di timur Ukraina hanya dapat diselesaikan melalui cara politik dan diplomatik.
Zelensky lebih lanjut mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan konstruksi Turki aktif di Ukraina, dia juga ingin melihat lebih banyak perusahaan dari Turki.