18 September 2017•Update: 18 September 2017
Cansu Dikme
ANKARA
Ankara dan Baghdad punya sikap yang sama atas masalah integritas teritorial Irak, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, Minggu.
Kepada pers di Bandar Udara Ataturk, Istanbul, sebelum bertolak ke New York untuk menghadiri sesi Sidang Majelis Umum PBB ke-72, Erdogan berkata: "Kami akan menggelar pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi, namun sejauh yang saya lihat, kami memandang ke arah yang sama. Arah yang mana? Integritas teritorial Irak".
Presiden mengatakan, Turki dan Irak memiliki jalur perbatasan bersama sepanjang 350 kilometer, yang artinya kedua negara berasal dari peradaban yang sama.
Erdogan juga menentang rencana Presiden Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) Masoud Barzani untuk mengadakan referendum kemerdekaan, yang mengharuskan warga yang tinggal di wilayah Pemerintah Otonomi Kurdi untuk memilih merdeka dari Baghdad pada 25 September.
Dewan Keamanan Nasional Turki dan Dewan Menteri akan mengadakan pertemuan pada 22 September untuk membahas masalah referendum dan akan memberikan keputusan akhir mengenai masalah tersebut.
Masalah referendum juga termasuk dalam agenda utama pertemuan Erdogan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendatang.
Baghdad menolak rencana tersebut karena akan berdampak terhadap pertempuran melawan kelompok teroris Daesh yang keberadaannya di utara Irak masih menjadi ancaman.
Pemerintah Irak juga meyakini bahwa referendum kemerdekaan merupakan bentuk pelanggaran konstitusi negara.
Turki juga menentang pelaksanaan referendum karena stabilitas negara tersebut bergantung pada kesatuan Irak dan keutuhan integritas teritorialnya.