31 Agustus 2017•Update: 01 September 2017
Ilkay Guder
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres untuk menekan pemerintah Myanmar atas kekerasan di negara bagian Rakhine yang telah menewaskan ribuan Muslim Rohingya.
Sumber dari kantor kepresidenan menyebutkan, Erdogan telah menghubungi Guterres lewat telepon untuk membahas situasi Myanmar terkini.
Erdogan menekankan, campur tangan dari PBB dan masyarakat internasional untuk menghentikan krisis sangat dibutuhkan.
Ia juga mengatakan bahwa tindakan pasukan keamanan Myanmar menyerang Muslim Rohingya yang tidak berdosa atau menggunakan kekerasan terhadap warga sipil.
Turki telah menyediakan bantuan kemanusiaan dan siap untuk memberikan bantuan lebih lanjut.
Erdogan menambahkan, Turki juga telah menghubungi organisasi-organisasi seperti Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Organisasi Kooperasi Islam (OKI), dan beberapa negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Bangladesh.
Guterres berterimakasih kepada Erdogan atas kepeduliannya terhadap masalah Myanmar. Erdogan dan Guterres sepakat untuk saling memberi informasi mengenai perkembangan situasi terkini, demi penyelesaian krisis Myanmar.
Serangan mematikan di pos-pos perbatasan di negara bagian Rakhine, barat Myanmar, terjadi pada Jumat. Laporan media menyebutkan, Pasukan keamanan Myanmar telah melakukan kekerasan dan menyerang desa orang-orang Rohingya dengan mortir dan senapan mesin, mengakibatkan ribuan warga kehilangan rumah.