Astudestra Ajengrastrı
30 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Sarp Ozer
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbincang melalui telepon dengan remaja yang menjadi ikon gerakan perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi, pada Minggu dan memberinya selamat karena telah dibebaskan dari penjara Israel, menurut sumber-sumber kepresidenan.
Sebelumnya, al-Tamimi dan ibunya dibebaskan oleh otoritas Israel setelah ditahan selama delapan bulan.
Erdogan memuji keberanian dan tekadnya untuk terus melakukan perlawanan, ujar sumber yang meminta namanya tak disebut karena pelarangan berbicara dengan media tersebut.
Ibu ikon perlawanan tersebut, Nariman al-Tamimi, menemani Ahed ketika menerima telepon dari presiden Turki tersebut, lanjut sumber itu.
Erdogan lantas meyakinkan keluarga itu bahwa dukungan Turki kepada perjuangan Palestina akan terus berlanjut.
Berbicara kepada Anadolu Agency, al-Tamimi mengucapkan terima kasih kepada Erdogan. "Telepon dari beliau adalah dukungan yang besar bagi kami. Saya berterima kasih kepada Presiden Erdogan dan bangsa Turki, yang selalu berdiri bersama rakyat Palestina.
"Saya juga berterima kasih kepada semua yang mendukung perjuangan kami mengalahkan pendudukan."
Dia juga mengatakan ada kemungkinan pasukan Israel akan menahannya kembali.
"Siapapun, yang memilih untuk melawan, akan berisiko ditahan. Saya tahu itu," ujar dia.
Al-Tamimi menjadi ikon internasional gerakan perlawanan Palestina setelah video dirinya menampar seorang tentara Israel yang melakukan penggeledahan di rumahnya dan menangkap saudara laki-lakinya beredar.
Pasukan Israel menangkap gadis Palestina ini pada Desember 2017 setelah video tersebut menjadi viral; lalu pengadilan Israel menjatuhinya hukuman delapan bulan penjara pada Maret karena "serangan" yang dilakukannya kepada tentara Israel itu.
Setelah pembebasannya, al-Tamimi mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang tetap menemani dia dan keluarganya selama masa penahanannya.
"Para tahanan Palestina masih sangat bersemangat dan saya membawa pesan dari mereka, yang akan saya sampaikan malam nanti," ujar al-Tamimi.
Pada 2012, Dewan Kota Basaksehir Istanbum menganugerahkan Penghargaan Keberanian Hanzala kepada al-Tamimi setelah dia difoto sedang mengacungkan kepalan tangannya kepada pasukan tentara Israel.
*Esat Firat turut melaporkan dari Ramallah.