Maria Elisa Hospita
16 Oktober 2019•Update: 16 Oktober 2019
Yildiz Nevin Gundogmus
ANKARA
Presiden Turki dan rekan sejawatnya di Rusia mendiskusikan hubungan bilateral dan perkembangan regional via telepon pada Selasa malam.
Menurut Direktorat Komunikasi Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin membahas operasi anti-teror Turki di utara Suriah dan kontribusinya untuk melindungi integritas teritorial Suriah dan proses resolusi politik.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Turki memandang kelompok teroris PKK dan cabangnya, YPG/PYD, sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
*Ditulis oleh Ali Murat Alhas