Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 November 2020•Update: 04 November 2020
Laura Gamba
BOGOTA, Kolombia
Diego Maradona berhasil menjalani operasi penggumpalan darah di otaknya pada Selasa malam.
"Diego sudah bangun, dia sangat sehat. Dia memiliki sedikit drainase yang akan kita keluarkan besok. Dia menjalani operasi dengan sangat baik. Dia sudah sadar dan terjaga dan waktu dia dirawat di rumah sakit akan bergantung pada perkembangannya," kata dokter pribadinya, Leopoldo Luque.
Hematoma subdural, di mana gumpalan darah terbentuk di permukaan otak, biasanya disebabkan oleh cedera kepala, tapi mantan pemain sepak bola tersebut mengaku tidak ingat peristiwa yang menyebabkan kondisinya menjadi seperti itu.
Dokter mengatakan dia akan beristirahat di klinik di luar Buenos Aires setidaknya selama 48 jam.
Maradona dirawat pada Senin di klinik Ipensa di La Plata, satu jam dari Buenos Aires, tapi kemudian dipindahkan ke klinik Olivos, tempat operasi akan dilakukan.
Operasi tersebut dijadwalkan pada Selasa malam.
Maradona awalnya dirawat karena dehidrasi dan anemia. Dia diisolasi di rumah selama beberapa hari terakhir setelah melakukan kontak dengan seseorang yang menunjukkan gejala Covid-19.
Mantan pemain sepak bola yang merayakan ulang tahun ke-60 pada Jumat lalu itu dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Dia memenangkan Piala Dunia bersama Argentina pada 1986, di mana dia mencetak gol "Tangan Tuhan" yang terkenal dengan tinju kirinya di perempat final melawan Inggris, yang mengantarkan timnya pada kemenangan.