Maria Elisa Hospita
04 November 2019•Update: 05 November 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Steve Easterbrook diberhentikan dari kedudukannya sebagai CEO sekaligus presiden McDonald's pada Minggu.
Dewan direksi memutuskan dia "melanggar kebijakan perusahaan karena menjalin hubungan dengan seorang karyawan baru-baru ini".
Chris Kempczinski, presiden McDonald's Amerika Serikat, akan mengambil alih kepemimpinan dari Easterbrook.
"Chris mengambil alih kepemimpinan perusahaan besar ini. Dewan yakin bahwa dia adalah pemimpin terbaik untuk menetapkan sekaligus menjalankan visi demi kesuksesan berkelanjutan McDonald's," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan tertulis.
Kempczinski bergabung dengan McDonald's pada 2015, kemudian bertanggungjawab mengawasi strategi global, pengembangan bisnis, dan inovasi.
Dalam pernyataan yang sama, Kempczinski mengatakan dia senang bisa memimpin perusahaan.
"Saya berkomitmen untuk meneruskan kepemimpinan dengan melayani pelanggan sepenuh hati," kata Kempczinski.
"Kami memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga secara bertanggung jawab memperkaya masyarakat di mana kami beroperasi," kata dia lagi.
Sementara itu, menurut CBS, Easterbrook menyebut hubungannya dengan karyawan perusahaan itu sebagai sebuah "kesalahan".
Dia juga mengatakan sudah waktunya baginya untuk keluar dari perusahaan.
"Silakan bergabung dengan saya untuk memberi selamat kepada Chris. Saya tahu Anda akan mendukungnya sama halnya dengan Anda yang telah mendukung saya. Dia beruntung memiliki tim sehebat Anda," papar CBS.
McDonald's memiliki 38.000 gerai di lebih dari 100 negara. Sekitar 93 persen di antaranya dimiliki dan dioperasikan oleh pengusaha lokal independen.