Maria Elisa Hospita
10 September 2020•Update: 10 September 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
China mengkritik keputusan Amerika Serikat yang mencabut visa lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa China karena dianggap sebagai "risiko keamanan".
Dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis, juru bicara kementerian luar negeri China menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia warga China.
"Keputusan AS untuk mencabut visa pelajar China adalah penganiayaan politik yang terang-terangan dan diskriminasi rasial," kata Zhao Lijian seperti dikutip oleh surat kabar Global Times.
Sementara itu, Chad Wolf, penjabat sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, mengatakan keputusan itu diambil karena beberapa mahasiswa dan penelit China terafiliasi dengan militer China.
Menurut Institute of International Education, ada lebih dari 360 riba siswa China di AS selama tahun akademik 2018-2019, yang merupakan sepertiga dari total siswa internasional.
Konflik antara dua ekonomi terbesar dunia dalam beberapa tahun terakhir telah menyebar ke berbagai bidang, termasuk perdagangan, teknologi, dan pendidikan.