Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan dia akan menerima tawaran G7 untuk memberikan lebih dari USD20 juta kepada negara-negara Amazon untuk membantu memerangi kebakaran hutan hanya jika Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik kata-kata hinaannya.
Bolsonaro membantah menolak bantuan keuangan, tetapi mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya memiliki beberapa syarat sebelum dana itu diterima, lansir saluran televisi Spanyol RTVE.
"Pertama-tama, Tuan Macron harus menarik kembali penghinaan yang dia lakukan terhadap saya. Pertama, dia menyebut saya pembohong dan kemudian berdasarkan informasi yang saya dapat, dia mengatakan kedaulatan kami di Amazon adalah masalah terbuka," kata pemimpin sayap kanan itu, Selasa.
"Untuk berbicara dan menerima apa pun dari Prancis, yang merupakan niat baik, dia harus menarik kata-kata itu dan kemudian kita bisa bicara," tambah dia.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya kepada Bolsonaro.
"Dia bekerja sangat keras untuk kebakaran Amazon dan dalam segala hal melakukan pekerjaan besar bagi rakyat Brasil. Tidak mudah. Dia dan negaranya mendapat dukungan penuh dan lengkap dari AS!" cuit Trump di akun Twitter-nya, Selasa.
Bolsonaro berterima kasih kepada Trump atas dukungannya dan mengatakan Brasil memerangi kebakaran hutan dengan sukses besar.
"Brasil adalah dan akan selalu menjadi referensi internasional dalam pembangunan berkelanjutan. Kampanye berita palsu yang dibangun melawan kedaulatan kita tidak akan berhasil. AS selalu bisa mengandalkan Brasil," ujar melalui Twitter, menanggapi dukungan Trump.
Pada Senin, Macron mengumumkan bahwa negara-negara G7 sepakat untuk menyediakan EUR20 juta (sekitar Rp316,3 miliar) kepada negara-negara Amazon untuk memerangi kebakaran hutan hujan yang terus meningkat.
Kebakaran di hutan hujan yang dikenal sebagai paru-paru bumi itu mengurangi keanekaragaman hayati dan mempercepat pemanasan global.
Bolsonaro menanggapi rencana tersebut melalui media sosial, mengatakan bahwa dia sedang berbicara dengan rekannya dari Kolombia untuk mengembangkan rencana bersama antara mayoritas negara di Amazon untuk menjamin kedaulatan dan kekayaan alam.
"Macron memiliki niat lain di balik gagasan aliansi G7 untuk menyelamatkan Amazon dan memperlakukan wilayah itu seolah-olah kami adalah koloni atau tanah siapa pun," tambah dia.
Kepala Staf Kepresidenan Brasil Lorenzoni Onyx mengatakan bahwa negara-negara G7 akan menggunakan dana itu untuk menghutankan kembali Eropa.
"Macron bahkan tidak dapat mencegah kebakaran yang dapat diramalkan di sebuah gereja yang merupakan situs warisan dunia," kata Lorenzoni kepada situs berita G1 Brasil, merujuk pada kebakaran yang merusak katedral Notre Dame pada April.
"Apa yang dia ingin ajarkan pada negara kita? Masih banyak yang harus diurus di rumah dan di koloni Prancis," tambah dia.