Muhammad Dhaysane
28 Juli 2022•Update: 29 Juli 2022
MOGADISHU, Somalia
Sedikitnya 20 orang tewas dan beberapa terluka dalam serangan bom terpisah Rabu di Somalia selatan, kata polisi.
Seorang petugas polisi di kota Marka di wilayah Shabelle Bawah mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa seorang pelaku pembom bunuh diri menewaskan 13 orang, termasuk walikota, Abdullahi Ali Wafow, serta penjaga keamanan dan warga sipil.
Beberapa orang lainnya yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Marka, 90 kilometer (55 mil) dari ibu kota Somalia, Mogadishu, adalah kota besar yang menampung beberapa kontingen misi penjaga perdamaian Uni Afrika.
Serangan itu terjadi di dekat markas administrasi Marka.
Abdiaziz Laftagareen, presiden Negara Bagian Barat Daya, mengutuk pemboman bunuh diri dan pembunuhan walikota, menyebutnya "salah satu pegawai negeri terbaik" di negara itu.
Kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Di wilayah yang sama, ledakan ranjau darat mengguncang pasar ternak yang sibuk di kota Afgoye, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 14 lainnya, menurut pejabat keamanan regional di Lower Shabelle.
Serangan di Afgoye juga menghancurkan bangunan dan toko di dekatnya, menurut Mohamed Hassan, seorang saksi mata yang berbicara kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Afgoye terletak 30 kilometer (18 mil) barat daya Mogadishu.
Ankara mengutuk serangan
Türki mengutuk keras serangan teroris mematikan di Somalia.
“Kami sangat sedih mengetahui bahwa banyak orang, termasuk pejabat dan warga sipil, kehilangan nyawa atau terluka dalam serangan teroris yang terjadi hari ini” di Afgoye dan Marka, kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
“Kami mengutuk serangan teroris keji ini dengan sekuat tenaga dan berharap rahmat Allah atas mereka yang kehilangan nyawa, menyampaikan belasungkawa kami kepada kerabat serta Pemerintah dan rakyat Somalia yang ramah dan bersaudara, dan berharap pemulihan yang cepat bagi korban. terluka,” tambahnya.
*Seda Sevencan di Istanbul berkontribusi pada laporan ini